Minggu, 23 Mei 2010

Komponen komponen dalam Neraca

Neraca (balance sheet) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang disusun secara sistematis dan cronologis tentang kekayaan suatu perusahaan pada periode tertentu (menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tertentu). Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal yang dihubungkan dengan persamaan berikut:
A k t i v a = K e w a j i b a n + M o d a l

Informasi yang dapat dilihat dari neraca antara lain adalah posisi sumber kekayaan perusahaan dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan perusahaan tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulan, kwartal, atau tahunan).
Bentuk atau format neraca dapat disajikan dalam dua bentuk laporan yaitu;
• Skontro (rekening). Laporan bentuk skontro atau rekening menyajikan rekening dalam dua sisi. Sisi kiri biasanya disebut Aktiva berisi semua akun klasifikasi Aktiva, dan sebelah kanan biasanya disebut Pasiva terdiri dari Kewajiban dan Modal.
• Stafel (laporan). Laporan bentuk stafel atau laporan, penyajiannya dibuat secara berurutan mulai dari Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas.
Neraca memiliki 3 unsur laporan keuangan yaitu aktiva, kewajiban dan ekuitas dengan penjelasan berikut ini :
1. Aktiva (Asset), dibagi dalam lima klasifikasi yaitu :
a. Aktiva Lancar (Current Asset) :
Yaitu aktiva yang manfaat ekonominya akan diperoleh dalam waktu satu tahun atau kurang sesuai dengan siklus normal perusahaan. Atau harta yang mudah dijadikan uang tunai atau harta yang selalu berubah – ubah saldonya
Termasuk dalam klasifikasi ini adalah :
• Kas (Cash)
• Setara Kas
• Bank
• Surat-surat berharga (Marketable Securities)
• Piutang Dagang (Account Receivable)
• Penghasilan Yang Akan Diterima (Accruals Receivable)
• Pendapatan Yang Masih Harus Diterima (Accruaed Revenue)
• Piutang Bunga (Accrued Revenue)
• Piutang Sewa (Accrued Rent Receivable)
• Wesel Tagih (Note Receivable)
• Persediaan Barang Jadi
• Persediaan Barang Dalam Proses
• Persediaan Bahan Baku
• Perlengkapan (Supplies)
• Biaya-biaya dibayar dimuka (Prepaid Expenses)
• Sewa dibayar Dimuka (Prepaid Rent)
• Iklan Dibayar Dimuka (Prepaid of Advertising)
• Asuransi Dibayar Dimuka (Prepaid Insurance)
b. Investasi Jangka Panjang :
Yaitu penanaman modal yang biasanya dilakukan dengan tujuan memperoleh penghasilan tetap atau untuk menguasai perusahaan lain dengan jangka waktu lebih dari satu tahun.
Termasuk dalam klasifikasi ini antara lain :
• Investasi Saham,
• Investasi Obligasi
c. Aktiva Tetap (Fixed Asset) :
Yaitu aktiva yang memiliki wujud fisik yang dapat dipakai (masa manfaatnya) lebih dari satu tahun atau harta yang dipergunakan untuk penunjang kegiatan usaha, bukan untuk maksud diperjualbelikan.
Termasuk dalam klasifikasi ini antara lain :
• Tanah (Land)
• Gedung / Bangunan (Building)
• Peralatan (Equipment)
• Kendaraan (Equipment Delivery)
• Mesin-mesin (Machinery)
• Alat-alat (Tools)
• Dan lain – lain
d. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset) :
Yaitu aktiva yang tidak mempunyai wujud (substansi fisik) tetapi dapat dinilai dengan satuan mata uang. Yang biasanya memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.
Contoh :
• Goodwill
• Hak Cipta
• Hak Paten
• Hak Reklame
• Franchise, dan
• Lisensi
e. Aktiva Lain-lain :
Yaitu aktiva yang tidak dapat diklasifikasikan kedalam salah satu klasifikasi diatas, contoh piutang kepada direksi dan beban ditangguhkan.

2. Kewajiban, dibagi dalam tiga klasifikasi yaitu :
a. Kewajiban atau hutang Lancar (Current Liabilities)
Yaitu kewajiban / hutang yang harus segera dibayar atau hutang yang batas tempo pembayarannya 1 tahun atau dibawah 1 tahun
Contoh :
• Hutang Dagang (Account Payable)
• Hutang Pajak (Taxes Payable)
• Hutang Bunga (Interest Payable)
• Hutang Gaji
• Hutang Biaya
• Dan lain – lain
b. Kewajiban atau hutang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
Yaitu hutang yang tempo pembayarannya lebih dari satu tahun
Contoh :
• Hutang Bank
• Hipotik
• Obligasi (Bond Payable)
• Dan lain-lain
c. Kewajiban atau hutang Lain-lain
Kewajiban yang tidak dapat diklasifikasikan kedalam salah satu klasifikasi diatas, misalnya hutang perusahaan kepada direksi.

3. Ekuitas/Modal (Capital)
Yaitu jumlah kekayaan yang merupakan milik perusahaan .
Ekuitas dibagi dalam dua klasifikasi yakni :
• Ekuitas yang berasal dari setoran pemilik, missal modal saham termasuk agio saham (jika ada).
• Ekuitas yang berasal dari hasil operasi, yaitu laba yang tidak dibagikan kepada pemilik, biasanya dalam bentuk dividen yang dicatat dalam akun Laba Ditahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar